Malam hari di Mallet Island kini terasa mencekam. Penduduk nggak lagi merasa aman saat berjalan setelah matahari tenggelam. Makhluk-makhluk haus darah dan daging manusia bisa menyergap setiap saat. Mereka adalah iblis.
Tapi, para makhluk dunia tetangga itu nggak bisa bertingkah seenaknya. Selama ada pria bernama Dante, mereka nggak bebas mencari mangsa. Sebab, kalau berani berulah, pedang raksasa Rebellion dan sepasang pistol andalan Dante, Ebony dan Ivory, akan menembus tubuh mereka.
Memburu makhluk dunia kegelapan adalah pekerjaan Dante. Dia menjalankan usaha di bawah bendera Devil May Cry. Melalui agennya, Morrison, Dante menerima berbagai order untuk membasmi iblis. Dante hanya akan menghabisi iblis yang mengusik ketenangan manusia, bukan sembarang iblis yang ditemuinya. Tanpa bayaran, Dante ogah melakukan pembasmian.
Walaupun dalam tubuhnya mengalir darah iblis, Dante sangat membenci makhluk yang beraksi di malam hari itu. Mengingat sejarah keluarganya, wajar bila Dante menaruh dendam. Ketika dirinya masih kecil, ibu dan saudara laki-lakinya dibantai iblis. Sejak saat itu, Dante mengisi hari-harinya untuk mencari pembunuh keluarganya.
Petualangan Dante mempertemukannya dengan Patty Lowell, gadis cilik yatim piatu. Dante ditugaskan untuk menjaga Patty yang diincar para iblis. Begitu misi berakhir, Patty yang tak punya tempat pulang ikut dengan Dante. Keceriaan dan kecerewetan Patty mencerahkan hari-hari Dante.
Bertahun-tahun hidup sendirian nggak membekukan hati pria berambut putih ini. Kata-katanya memang kasar dan apa adanya. Tapi, sebenarnya hati Dante sangat lembut. Buktinya, dia menerima kehadiran Patty yang sering mengomelinya tanpa banyak komplain.
Devil May Cry (DMC) merupakan salah satu penghuni daftar anime paling dinanti para otaku sepanjang 2007. Serial tersebut diangkat dari game berjudul sama yang dikembangkan Capcom ini. Popularitas gamenya sudah mendunia, dengan angka penjualan jutaan kopi.
Bagaimana nasib animenya? Bukan banjir pujian yang dituai MADHOUSE selaku rumah produksi, tapi justru kritikan pedas. Penonton yang memelototi layar WOWOW pada 14 Juni lalu dan mengharapkan adegan laga fantastis terpaksa gigit jari. Sutradara Itagaki Shin kurang sukses memvisualisasikan pertarungan Dante versus iblis. Itagaki nggak menggunakan banyak CGI (computer graphic imagery), sehingga adegan action-nya terasa kurang "nendang".
Nama Morihashi Bingo, penulis cerita game kedua hingga keempat, di deretan tim penyusun skenario tak mampu menghindarkan DMC dari celaan. Episode-episode awalnya terasa kurang "menggigit". Tim penyusun skenario nggak langsung menuju inti cerita, tapi malah menggunakan lima episode hanya untuk memperkenalkan tokoh-tokoh yang terlibat. Inti cerita baru tampak di episode enam. DMC berakhir di episode 12. Itu artinya, tujuh episode yang tersisa bakal sarat konflik.
Sebagai pengisi waktu senggang, DMC cukup menghibur. Tapi jangan berharap banyak, karena ending-nya mungkin berbeda dengan game.
Seri ke empat game DMC telah keluar ( PC )
Devil May Cry 4 adalah cerita seorang anak laki-lak bernama Nero yang mempunyai tangan iblis yang bernama Devil Bringer. Dan juga seorang laki-laki dari anak legenda Sparda yaitu Dante.Dante telah kehilangan ibunya pada saat kecil hanya ada peninggalan ibunya yaitu kalung yang mempunyai kekuatan misterius.Tetapi kekuatan Nero lebih besar daripada Dante.Kedua orang ini sangat sejenis mereka adalah seorang iblis yang berwujud manusia.Kedua orang tersebut mempunyyai takdir yang besar untuk menyelamatkan umat manusia dari ancaman Kyerie Knight dan pasukan iblis.
Tokoh-tokoh DMC 4:
1.Nero:The Devil Boy
Nero adalah seorang prajurit muda Kyerie Knight yang bertujuan melindungi kotanya. Tetapi Nero bukan remaja biasa dia adalah seorang iblis yang mempunyai tangan Iblis yang bernama Devil Bringer.
2.Dante :Devil Hunters dan son of legendary Sparda:
Dante adalah manusia Iblis yang mempunyai darah prajurit hitam Sparda.Sepanjang hidupnya ia selalu memburu iblis.Ia juga mempunyau seorang saudara laki-laki yang bernama Vergil yang ingun membuka pintu antara dunia manusia dan dunia iblis.Tetapi dihentikan oleh Dante untuk menutup gerbang iblis.
3.Kyerie:Best Friend Nero
Kyerie adalah adalah seorang penyanyi opera yang tekenal di kotanya semua rakyatnya sangat suka dengan bakatnya.Kyeie juga teman kecilnya Nero
4.Trish:Devil Huters dan Patner Dante
Trish adalah seorang wanita pemburu iblis yang mau mencai satu-satunya anak Sparda untuk mencegah Sparda untuk hidup kembali.Trish juga sangat mirip dengan pacarnya Dante yang hilang.
5.Lady:Devil Hunters
Seoang wanita yang menjadi Devil Hunters untuk balas dendam kepada ayahnya yang telah membunuh ibunya yang mau mengorbankan apapun untuk mendapat kekuatan Devil.Tetapi menjadi teman Dante karena sudah menghentikan ayahnya
6.Sactus:Pastor
Seorang pastor yang ingin menhancurkan dunia dengan mendapatkan kekuatan devil
7.Gloria:
8.Angnus:
9.Credo:
Senjata-senjata DMC 4:
1.Nero:
-Red Queen:Senjata andalan Nero yang dapat digunakan untuk membelah iblis serangan andalan stringer
-Blue Rose Revolver:Senjata pistol yang mampu menembak 2 peluru berisi six ammo
-Vergil samurai sword:Sumber kekuatan devil form Nero yang berasal dari Vergil
2.Dante:
-Rebelion sword:Pedang yang digunakan oleh Dante yang dibuat sendiri
-Ivory dan Ebony: Pistol dibuat oleh Dante untuk memburuh iblis
Devil form adalah kekuatan dan wujud asli manusia iblis dapat melipat gandakan kekuatan
Macam-macam Devil Form:
1.Nero:
-Devil Bringer:keistimewaan:Haste,Power+,Defense+,Regen
2.Dante:
-Devil Trigger:keistimewaan:Haste,Power+,Defense+,Regen
Keistimewaan Dante dan Nero:
1.Nero:
Nero mempunyaiDevil Bringer alias tangan iblis. Devil Bringer ini bisa berguna banget buat ngebanting musuh atau narik musuh supaya deket dan bisa dicombo. Senjata ini sangat berguna buat nangkep musuh ynag mental pas di-combo.
2.Dante:
-Trickster:Menghindar serangan musuh,berlari di dinding
-Sword Master:Mengeluarkan semua jurus senjata
-Gunslinger:Menembak arah dimana saja
-Royal Guard:Menangkis serangan dan mengembalikannya
Seri Ke lima game DMC telah keluar ( Ps3 )
Tidak mudah untuk membangun ulang sebuah konsep yang sudah dikenal begitu luas, bahkan mulai menjelma menjadi sebuah identitas yang hampir tidak mungkin untuk diganggu gugat. Ketika berhubungan dengan dunia yang dibangun atas dasar kreativitas, stagnansi menjadi masalah besar karena dapat berujung pada kebosanan yang akut. Oleh karena itu, konsep ini terkadang membutuhkan perombakan ekstrim dan besar-besaran untuk membantu mencari definisi baru yang lebih segar dan beragam. Kebutuhan inilah yang kemudian melahirkan konsep reboot yang saat ini tengah menjadi tren di industri game. Seperti yang dilakukan oleh Capcom dengan franchise game hack and slash terbesar mereka: Devil May Cry.
Ketika pertama kali diperkenalkan lewat sebuah artwork dan screenshot, kritik gamer langsung mengalir keras tanpa ampun. Bagaimana tidak? Menggandeng sang developer Barat – Ninja Theory, Capcom memutuskan untuk “melahirkan kembali” Devil May Cry yang benar-benar baru. Langkah ekstrim dilakukan, tidak hanya dari sekedar membentuk cerita dan dunia yang baru, tetapi juga merombak desain sang karakter utama – Dante yang selama ini sudah melekat di hati gamer. Dante yang dulunya terlihat dingin, kini berubah menjadi sosok anak muda pemberontak dengan rambut acak-acakan. Skeptis dan pesimis mewarnai hati sebagian besar penggemar fanatik Devil May Cry selama tahun 2012 silam.
Namun apa yang terjadi? Menjajal game ini untuk pertama kalinya di konsol, proyek “gila” kerjasama antara Capcom dan Ninja Theory ini ternyata membuktikan kekuatan dan nilai jualnya yang luar biasa. Hanya butuh beberapa menit untuk bersama seri terbaru ini untuk menghapus segala bentuk keraguan yang selama ini tercipta. Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu sudah memiliki sedikit gambaran tentang apa yang kami bicarakan. Setelah menyelesaikan game ini secara keseluruhan, kami akhirnya punya keberanian unutk menilainya secara keseluruhan.
Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh seri Devil May Cry terbaru – DmC ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah seri reboot yang menakjubkan?
Plot
Sebagai sebuah seri reboot, DmC menawarkan sebuah timeline, setting, dan desain karakter yang baru. Semuanya kembali bermula dari sosok sang karakter utama – Dante.
Sebagai sebuah seri reboot, DmC memang tidak mengikuti timeline yang selama ini dirajut oleh empat seri utamanya, namun hadir sebagai pengawal untuk timeline yang benar-benar baru. Capcom dan Ninja Theory merajut awal ini dengan sebuah cerita dan dunia yang benar-benar baru.
Berbeda dengan sebagian besar dunia Devil May Cry selama ini yang menawarkan atmosfer setting dengan kesan fiksi yang super kental, DmC membawanya “kembali ke bumi”. Dengan gambaran yang merepresentasikan kota besar ternama di dunia nyata, Anda akan dibawa pada petualangan Dante di sebuah setting baru, sebuah kota bernama “Limbo City”. Terlihat maju, teratur, dan berkembang di permukaan, Limbo City ternyata mengandung segudang rahasia kegelapan. Ia merupakan kota yang dikuasai oleh para iblis yang kini menjelma menjadi manusia. Tidak hanya sekedar memimpin di bidang pemerintahan, para iblis ini juga “menguasai” kehidupan manusia lewat beragam produk makanan, ekonomi, telekomunikasi, hingga informasi. Manusia sudah berada di bawah kendali tanpa disadari.
Selamat datang di Limbo City, sebuah kota metropolitan yang terlihat normal di permukaan, namun pada kenyataannya telah dikuasai oleh iblis berkedok manusia di semua sektor kehidupan terpenting. Mengetahui status Dante sebagai Nephilim, para Iblis pun mulai berburu. Mereka harus menarik Dante ke Limbo – sebuah dunia yang terletak di antara surga dan negara dengan representasi kota yang hancur berantakan.
Diselamatkan oleh Kat – seorang medium yang mampu berkomunikasi di dalam Limbo, Dante dihadapkan pada takdir yang lebih bersar setelah bertemu dengan organisasi yang tengah melawan para iblis – The Order.
Sang pemimpin The Order, tidak lain dan tidak bukan adalah Vergil. Dante mulai mempelajari kembali masa lalunya dan mengenali sang kakak ini. Ia juga mengetahui apa yang terjadi dengan sang ayah – Sparda dan ibu – Eva.
Hiduplah seorang anak muda dengan perawakan acak-acakan yang dipanggil dengan Dante. Setelah menjalani hidupnya yang santai dan menyenangkan, Dante harus berhadapan dengan para iblis yang kini secara terbuka menarik dan menyerangnya di sebuah dunia yang terletak antara surga dan neraka – Limbo. Diselamatkan oleh seorang medium bernama Kat, Dante yang seringkali mendengar dirinya dipanggil sebagai “Son of Sparda” akhirnya diperkenalkan dengan sebuah organisasi yang berusaha mengalahkan para iblis ini – The Order. Dante bertemu dengan sang pemimpin bertopeng misterius yang akhirnya memperkenalkan dirinya sebagai Vergil. Lewat bimbingan Vergil, Dante mengenal kembali masa lalunya yang terlupakan. Mengetahui bahwa dirinya adalah anak dari iblis – Sparda dan malaikat – Eva, dan akhirnya bahu-membahu bersama sang kakak – Vergil.
Adalah Mundus, sang demon king yang menguasai Limbo City. Usahanya untuk membunuh Dante didasari atas ketakutannya pada status Dante sebagai seorang Nephilim. Hanya Nephilim lah yang akan mampu mengalahkan sang raja iblis ini.
Pertarungan besar dimulai, tidak hanya sekedar untuk menyelamatkan Limbo City dari cengkeraman pada iblis, tetapi juga atas dasar balas dendam terhadap Mundus.
Let the battle begin!
Adalah Mundus, sang raja iblis sekaligus pemimpin Limbo City yang berusaha menghabisi si Dante. Atas alasan apa? Ramalan sejak masa lalu sudah menegaskan bahwa satu-satunya yang mampu mengalahkan dan membunuhnya hanyalah seorang Nephilim – sebuah ras yang lahir dari percampuran antara Iblis dan Malaikat. Tidak mengetahui eksistensi Vergil, Dante menjadi target utama. Parahnya lagi? Bersama The Order, Dante justru dengan penuh keberanian menentang dan mengejar anak buah krusial Mundus dan berusaha menundukkan sang raja Iblis ini. Pertempuran melewati Limbo pun dimulai. Dante terpanggil untuk menjalani sebuah takdir yang tidak pernah ia sadari sebelumnya.
Lantas, mampukah Dante menundukkan Mundus? Apa sebenarnya tujuan dari The Order yang dibangun oleh Vergil? Siapa pula sosok Kat dan hubungannya dengan Limbo? Semua pertanyaan ini akan terjawab ketika Anda memainkan DmC ini sendiri.
Seri pertamanya terjual jutaan kopi di berbagai penjuru dunia. Melihat animo pasar yang cukup tinggi, Capcom membuat sekuelnya, Devil May Cry 2. Sukses dengan DMC 2, Capcom mencoba peruntungan dengan prekuel, Devil May Cry 3. Keduanya mencatat rekor penjualan masing-masing di atas satu juta kopi.
DMC juga hadir dalam bentuk novel dan manga. Versi novel ditulis oleh Goikeda Shinya dan ilustrasinya ditangani Miwa Shiro. Sejauh ini, baru dua volume yang diterbitkan Kadokawa Shoten. Seri pertama mengambil setting pasca kematian Eva, ibu Dante, hingga awal kisah game DMC. Sedangkan volume kedua menceritakan sepak terjang Dante di antara akhir kisah DMC dan DMC 2.
Untuk manga, Capcom menggaet Suguro Chayamachi. Kisahnya diadaptasi dari DMC 3. Di sini, Dante disandingkan dengan Vergil, saudaranya yang disangka tewas dibunuh iblis. Manga DMC hanya terdiri dari dua volume, Code 1: Dante dan Code 2: Vergil. Sempat tersiar rumor bahwa ada volume ketiga yang diberi judul Code 3: Lady. Namun, volume terakhir ini batal dirilis.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Dante
Seiyuu: Morikawa Toshiyuki
Putra dari Sparda, iblis yang menyelamatkan umat manusia 2.000 tahun lalu, dan Eva, seorang manusia. Saat masih kanak-kanak, ibu dan saudara laki-lakinya, Vergil, dibantai iblis. Kini, cowok yang doyan melahap pizza dan selalu terlibat utang ini membuka usaha penyelidikan kasus berbau supranatural. Rambut putih, coat merah, pedang raksasa, dan sepasang pistol adalah trademark-nya.
Lady
Seiyuu: Orikasa Fumiko
Nama asli Lady adalah Mary, pemberian sang ayah, Arkham. Dante-lah yang memberinya julukan Lady, karena Mary menolak memberitahu namanya. Pemburu iblis ini keturunan pendeta suci yang dulu darahnya digunakan Sparda untuk menyegel gerbang penghubung dunia manusia dan iblis. Lady hampir selalu bekerja sendirian. Sesekali dia datang untuk menagih utang pada Dante dan memaksanya bekerjasama.
Trish
Seiyuu: Tanaka Atsuko
Iblis cantik ciptaan Mundus yang wajahnya sangat mirip dengan ibu Dante. Sebagai iblis, Trish memiliki kekuatan super. Dia bahkan bisa memanipulasi halilintar. Dulu, Trish menjadi partner Dante. Karena suatu insiden, mereka berpisah. Saat bertemu, Dante dan Trish nyaris selalu adu mulut. Walaupun demikian, Dante siap menerima bila si pemburu iblis andal ini mau kembali berpartner.
Morrison
Seiyuu: Ohtsuka Akio
Pria paro baya yang sesekali datang ke Devil May Cry. Morrison tak pernah datang dengan tangan kosong. Bila dia muncul, itu pertanda adanya pekerjaan baru untuk Dante. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Dia cukup mahir bila berurusan dengan benda-benda elektronik. Dalam episode tiga, Morrison terlihat memperbaiki televisi Dante yang rusak.
Patty Lowell
Seiyuu: Misato Fukuen
Cewek mungil ini adalah orang yang dilindungi Dante dari iblis di episode pertama. Sejak saat itu, Patty tinggal bersama Dante. Untuk anak seusianya, Patty yang yatim piatu tergolong dewasa. Dia nggak segan mengomeli Dante dan menasihati cowok yang easy going itu soal pentingnya asupan gizi.
So gimana mau mencoba gamenya ?

+ komentar + 3 komentar
Lha DMC 1 dan 2 ithu ps1 apa ps2 ? -_-
Terimakasih hacker atas Komentarnya di Devil May CryKeliatannya Ps 1 gans :-/
Posting Komentar
- Dilarang berkomentar SARA
- Dilarang berkomentar KOTOR
- Dilarang berkomentar yang melanggar undang-undang
- Dilarang tawuran